oleh Riski Asarina, S.Pd.

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki ketrampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. Untuk dapat meningkatkan kuliatas SDM, salah satu caranya melalui dunia  pendidikan. Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mendefinisikan pendidikan sebagai berikut “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasaan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.” Seluruh rangakain pendidikan tersebut sebagian besar dilaksanakan pada sekolah satuan penddikan.

Mewabahnya pandemi Covid -19 di Indonesia sejak bulan maret 2020, telah merubah peroses pembelajaran dalam pendidikan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Salah satu pokok dalam edaran tersebut adalah proses pembelajaran dari rumah yang dilaksanaan secara daring atau jarak jauh untuk mengurangi interaksi dan menekan angka penyebaran Covid-19. Hal ini merupakan salah satu respon dari Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan terkait dengan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Proses Pembelajaran di rumah secara daring atau jarak jauh ini dilaksankan dengan berbagai cara diantaranya dengan  cara virtual, tugas tersetruktur dari guru melalui google class room, WA, dan beberapa media pembelajaran berbasis teknologi  lainnya yang telah disiapkan oleh Kemendikbud.

Perubahan pelaksanaan pembelajaran secara daring atau jarak jauh tersebut membutuhakan penyesuaian bagi sekolah, guru, peserta didik dan orang tua wali murid. Karena pada pelaksananya muncul beberapa kendala diantaranya, Guru dituntut untuk mengusai teknologi yang menunjang kegiatan pembelajaran secara daring atau jarak jauh, Bagi peserta didik yang tidak memliki HP atau laptop sebagai sarana pembelajaran menjadi permasalahan yang umum ditemukan di sekolah, orang tua wali murid harus mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran selama di rumah. Selain muncul kendala juga muncul peramasalahan lain seperti menurunnya semangat belajar peserta didik, grafik nilai yang menurun, guru tidak bisa memantau perekembangan karakter peserta didik selama pelaksanan pembelajaran dari rumah secara daring atau jarak jauh.

Namun kendala dan peramasalahan yang dihapadapi teresbut tidak lantas menyurutkan semangat untuk melaksanakan  proses belajar dan mengajar di tengah keterbatasan karena adanya pandemi Covid-19 ini. Berbagai cara dan upaya dilakukan untuk tetap melaksanakan pembelajaran diantaranya adalah :

  1. Guru belajar secara mandiri ataupun dengan mengikuti pelataihan untuk dapat mengoprasikan media pembelajaran online.
  2. Memberikan motivasi pada peserta didik untuk tetap mengikuti pembelajaran meskipun dalam keterbatasan sarana dan parasana.
  3. Guru memberikan alternatif solusi ketika peserta didik tidak memiliki gawai untuk mengakses pembelajaran secara online.
  4. Selalu berkoordinasi dengan orang tau wali murid tentang perkembangan peserta didik selama megikuti pembelajaran secara daring atau jarak jauh.

Segala upaya yang  dilakukan itu merupakan wujud kepedulian dan semangat untuk tetap melakasanakan proses  pendidikan. Kerjasama antara sekolah, guru, dan wali murid sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan dalam situasi wabah pandemi Covid-19  yang membatasi ruang gerak manusia. Semoga dengan sinergi yang solid dari semua pihak dapat menumbuhkan semangat belajar peserta didik dalam tatanan kehidupan yang baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *